• Opini
  • Indeks
  • Opini
  • Indeks

Bendahara Umum Dema UINAM Angkat Bicara Terkait Penghinaan Nabi Muhammad

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on print
A0042D76-B11A-492A-A92D-A0F77445CF80
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

TOPIK TERKINI

Thepost.id – Politikus India, Nupur Sharma melontarkan ucapan yang dianggap menghina Nabi Muhammad SAW dan istrinya Aisyah RA. Nupur melontarkan ucapan tersebut dalam sebuah acara debat di stasiun televisi pekan lalu.

Akibat pernyataan itu, masyarakat Indonesia dan dunia Islam mengecam atas tindakan penghinaan dan penistaan agama yang dilakukan oleh Nupur Sharma, seorang juru bicara politisi dari Partai Bharatiya Janata Party (BJP) yang merupakan partai besar di India.

BACA JUGA

Selain kecaman terhadap pernyataan tersebut, Netizen Indonesia juga menyerukan gerakan #boikotindia dan sudah masuk menjadi Tagar yang trending topic di Twitter.

Disisi lain, Wirawan Ady Pratama selaku Bendahara Umum Dewan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar juga angkat bicara terkait penistaan agama tersebut.

Menurutnya, Politisi di India harus belajar di Indonesia terkait bagaimana agama mayoritas menghormati agama minoritas.

“Sepertinya pejabat publik di India yang melakukan penistaan agama tersebut tidak memiliki pemahaman yang utuh terkait toleransi dan etika bernegara, apalagi dalam hal yang sensitif seperti kepercayaan masyarakatnya, dia harus melihat ke Indonesia, bagaimana mayoritas menghormati minoritas”. Ujar mahasiswa yang akrab disapa Wira.

Selain itu, ia juga menuntut agar Pemerintah Indonesia mengeluarkan sikap kecaman resmi terhadap India. Seperti yang dilakukan oleh Arab Saudi, Kuwait dan Qatar.

“Sebagai negara mayoritas muslim, dan negara yang senantiasa menjunjung tinggi hubungan baik dalam hubungan internasional. Pemerintah Indonesia harus mengeluarkan pernyataan resmi terkait tindakan penistaan agama tersebut kepada Publik dan ditujukan kepada India. Agar peristiwa tersebut tidak lagi terjadi di kemudian hari.” Tutupnya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

TERPOPULER

ADVERTISEMENT

ARTIKEL TERKAIT

LAINNYA

ADVERTISEMENT

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Tambahkan Daftar Putar Baru