• Indeks
  • Indeks

Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila SUL-SEL Diskusi Menyoal Implementasi UU CIPTAKER serta Bahas Kondisi Kebangsaan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on print
IMG-20211028-WA0113
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

TOPIK TERKINI

Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan bersama Badan Buruh dan Pekerja MPC Pemuda Pancasila Kota Makassar dan Kabupaten Gowa menggelar Dialog Publik dengan tema “Implementasi Undang-Undang No. 11 Yahun 2021 tentang Cipta Kerja & Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 serta Penguatan Nilai Kebangsaan dan Semangat 93 Tahun Sumpah Pemuda.

Kegiatan tersebut digelar Kamis 28 Oktober 2021 di Dapoer So’na, Sungguminasa Kabupaten Gowa, yang dihadiri oleh ratusan peserta yakni selain dari kader Pemuda Pancasila juga dihadiri oleh beberapa delegasi organisasi serikat pekerja.

BACA JUGA

Selain itu, digelarnya kegiatan ini sebagai salah satu wujud rangkaian perayaan hari ulang tahun Pemuda Pancasila yang ke-62 sekaligus momentum Sumpah Pemuda tepatnya 28 Oktober 2021 yang akan memasuki 1 Abad (100 tahun).

Kegiatan tersebut menghadirkan beberapa narasumber diantaranya, Dr. Arqam Azikin (Analis Politik Kebangsaan/KorNas Komunitas Forum Bela Negara (FBN) Indonesia, Sibali, S.E, (Hakim Ad Hoc Hubungan Industrial PN Makassar), Andi Sundra Djaya,S.Sos (Mediator Hubungan Industrial Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar), Basri Abbas, S.H (Ketua KSPSI Sulsel).

Hal tersebut disampaikan oleh Ficasianus Ichang selaku Ketua Panitia Pelaksana.

“Kegiatan yang kami gelar ini selain pada momentum sumpah pemuda juga sebagai wujud refleksi lahirnya Pemuda Pancasila 28 Oktober 2021. Selanjutnya kami dari Pemuda Pancasila Khususnya pada Badan Buruh dan Pekerja mengangkat tajuk soal pasca terbitnya UU Ciptaker itu, bagaimana implementasinya di tengah masyarakat khususnya terhadap pekerja”.Ujar Ichang


Salah satu narasumber dalam forum yakni Dr. Arqam Azikin menekankan untuk bagaimana pemuda tidak melupakan sinergi kebangsaan dan mengaktifkan diri pada dimensi pergerakan Bela Negara.

“Progres yang dilakukan para pemuda dalam memajukan ipoleksosbud, juga penting memperhatikan dan menopang agenda Forum Bela Negara demi mengawal kedaulatan bangsa di era global. Efek pergaulan antar negara akan mempengaruhi situasi lingkungan strategis yg melingkupi generasi muda, dan pada sisi lain efek teknologi informasi – komunikasi, juga tidak melupakan sinergi kebangsaan dan mengaktifkan diri pada dimensi pergerakan Bela Negara (BN)”.Tutup Arqam

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

TERPOPULER

ADVERTISEMENT

ARTIKEL TERKAIT

LAINNYA

ADVERTISEMENT

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Tambahkan Daftar Putar Baru