• Opini
  • Indeks
  • Opini
  • Indeks

Esensi Pemuda dalam Pemaknaan Hari Ulang Tahun Jawa Timur

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on print
IMG-20211012-WA0055
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

TOPIK TERKINI

Thepost.id- 76 Tahun hari jadi Provinsi Jawa Timur tentu menjadi momen bahagia masyarakat Jawa Timur, setelah beberapa waktu lalu rontok kepercayaan dirinya digempur oleh pandemi Covid-19 diSurabaya dan Madura serta daerah lain yang menjadi zonamerah.Sudah banyak pula korban berguguran, rumah sakit penuh dan lapangan pekerjaan berkurang secara drastis. Oleh karena itu, momen bahagia ini tidaklah baik jika hanya diisi dengan perayaan tanpa memikirkan narasi untuk pemulihan Jawa Timurkedepannya.

Jawa Timur didaulat sebagai daerah dengan sumbangsih besar kepada bangsa,Jawa Timur selalu mencetak pemimpin-pemimpin Indonesia di masa lalu seperti Bung Karno. Di masa depan kelak akan lahir pemimpin-pemimpin baru ada Ibu Khofifah Indar Parawansa dan Mas Emil yang begitu cemerlang kiprahnya bagi pembangunan sumberdaya manusia. Apresiasi tinggi atas kinerja dan sumbangsih mereka untuk Jawa Timur tentu layak kita sematkan bagi pemimpin Jawa timur hari ini. dalam masa pandemi ini, Jawa Timur dapat tegak lurus memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat, meski terkadang masih ada jurang-jurang kecil yangmenghadang.

BACA JUGA

Jawa Timur juga memiliki potensi yang sangat besar melalui indeks usia produktifnya, dengan bonus demografi 71,65% adalah usia produktif 15-64 tahun. Akan tetapi jika usia produktif ini tidak diberikan kesempatan dan ruang untuk mengaktualisasikan diri dalam dunia kerja, pengayaan softskill dan bekal lainnya tentu bencana demografi nampak jelas di depan mata kita semua.

Apalagi dinamika yang dirasakan bukan hanya itu, tetapi juga era distrupsi yang memang membuat semuanya serba membingungkan. Dimulai dari “Matinya Kepakaran” hingga terbaliknya norma antara yang ada di dunia nyata dan dunia maya. Pemuda di Jawa Timur juga

harus berhati-hati untuk memilih perannya di antara masyarakat. Lebih lanjut, untuk mengasah kemampuan dan ketajaman berfikir dalam era disrupsi ini sangatlah esensial bagi semua anak muda untuk mengasah paradigma “Ethic” agar bisa juga menjadi membelajaran nilai atau value yang baik di masyarakat.
Pembelajaran mengenai ethic ini banyak didapat daridinamika
organisasi, pengajaran dalam sektor formal dan juga informal. Pengayaan terhadap nilai-nilai luhur itu adalah bagian paling penting yang harus dimiliki oleh anak muda Timur . Sudah saatnya kitabersatu untuk Jawa Timur lebih baik. Sudah saatnya anak muda bergerak bahumembahu memberikan sumbangsih kepada Jawa Timur dan Indonesia.

Pemuda tahun-tahun lalu adalah motor untuk berjalannya perebutan kemerdekaan,pemudatahun-tahunlaluadalahmotoruntukberjalannya reformasibesardiIndonesia.Saatinipemudajugaharusmenjadimotor pergerakan untuk kemajuan Jawa Timur yang “Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem KartoRaharjo.”

Penulis: Achmad Surya Hadi Kusuma (Formatur HMI Badan Koordinasi Jawa Timur)

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

TERPOPULER

ADVERTISEMENT

ARTIKEL TERKAIT

LAINNYA

ADVERTISEMENT

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Tambahkan Daftar Putar Baru